Ivanna Van Dijk – Risa Saraswati

Judul                     : Ivanna Van Dijk

Pengarang           : Risa Saraswati

Jumlah halaman   : x + 214 halaman

Tahun terbit       : 2018

Penerbit              : PT Bukune Kreatif Cipta

Hantu Belanda berambut pirang itu selalu terlihat marah, gusar, dan mengusir siapa pun yang datang ke rumah. Dia benci orang – orang berwajah Melayu, dia benci perempuan – perempuan cantik, dia benci keluarga manusia yang berbahagia. Namun, yang paling parah, dia benci aku.

Berulang kali kudengar dia berteriak “Pergi kau dari sini! Kau sahabat Elizabeth! Kau jahat! Sama seperti perempuan sundal itu!”

Ivanna namanya, gadis yang selalu membuat aku ketakutan. Tak ada yang berani mendekatinya karena serta merta dia itu akan menyerang bagai bertemu musuh. Tak habis pikir bagiku, kenapa harus aku terbawa dalam luapan kemarahannya?

Aku ingin mencari tahu sesuatu di masa lalunya. Sang hantu perempuan Belanda angkuh yang pernah tinggal di rumah nenekku. Menjadi kakak angkat bagi Peter, William, Janshen, Hendrick, dan Hans. Aku tahu, masa lalunya pasti mengerikan….

Wah ini adalah buku pertama karya Risa Saraswati yang aku baca. Buku hantu pertama juga. Biasanya genre romantic, comedy, sci-fiction, atau kisah misteri detektif. Tapi belum pernah baca kisah hantu. Aku termasuk penggemar teh Risa yang suka mantengin jurnal Risa di malam jum’at. Walaupun anaknya penakut tapi suka penasaran aja pengen tau. Jadi, nama Ivanna Van Dijk ini buat aku enggak asing yah. Penasaran banget sama kisah hidupnya juga pas nonton seri Tanya Risa buat Ivanna.

Oke sekarang kita bahas bukunya ya. Beside the correction that I made to this book, this book is Great. Jadi diawal teh Risa menceritakan dulu proses penulisannya. Baru masuk cerita intinya tuh di bab tiga. Awalnya rada bingung ini cara nyeritainnya mau gimana yah? Tapi akhirnya kejawab oh seperti cerita biasa teh Risa jadi orang ketiga serba tau. Harus ngomong apa yah? Ceritanya bagus banget. Gak detail tapi garis besarnya dapet. Jadi yang diceritain itu poin – poin besarnya. Overall bukunya bagus banget buat yang suka baca. Karena ini kisah nyata aku jadi gak bisa kritik banyak tentang alur atau yang lainnya tentang cerita. Oh iya, berdasarkan dari cerita halaman ke-35 aku nebak aja mungkin Ivanna suka nasi goreng karena ibunya suka masak ini ya?

So, aku langsung aja yaa kekurangannya buku ini. Menurutku bagian yang kurang dalam penuturan cerita itu pertama, umur dari tokoh. Jadi agak susah juga ya nerkanya apa lagi gak disebutin tanggal kejadian. Belia atau remaja itu terlalu general buat aku pribadi. Jadi proses penggambaran tokoh buat si pembaca (yang seperti aku) agak repot karena loncat waktunya gak ketauan.

Kedua, pada halaman 27 diceritakan bahwa orang – orang Inlander di Buitenzorg merasa kepanasan tidak seperti Ivanna. Untuk info bahwa memang Buitenzorg atau Bogor saat ini saja memang cuacanya panas terlebih saat musim kemarau. Untuk wilayah dramaga sendiri berada di 200 mpl. Jadi, sangat wajar kalau panasnya Bogor saat itu menyaingi kota Jakarta. Dan di halaman selanjutnya dikatakan bahwa cuaca tidak menentu. Di Bogor, even itu musim kemarau pun, hujan tetap bisa turun itulah sebabnya disebut kota hujan. Pagi sampai siang bisa terik, sore hujan turun besar minta ampun. Ini gambaran aja sih buat yang baca. Kalau cuaca tidak menentu bukan saat pancaroba yang menyebabkan seseorang bisa sakit memang sehari – harinya juga begitu.

Pada halaman ke 32 paragraf 3 baris ke 2 diceritakan bahwa Ivanna mengajak adik dalam kandungan ibunya berbicara seolah – olah bayi itu dapat mendengar semua ucapannya. Sebetulnya memang pada usia tertentu bayi dalam kandungan bisa mendengar percakapan dari luar tubuh ibu. Menurutku pemilihan katanya kurang tepat mungkin bisa diganti dengan seolah bayi dapat menanggapi apa yang Ivanna bicarakan. Atau seolah bayi dapat membalas ucapan Ivanna.

Agak unik juga ya Peeter van dijk bahkan merencakan nama anaknya bahkan sebelum dimas lahir. Padahal disebutkan disana kalau Peeter menceritakan bahwa Dimas berarti anak yang lahir di saat matahari sedang turun ke cakrawala.

Keempat, tidak diceritakan ya Nyoya Sari itu tau identitas Ivanna darimana? Dan jadi kepikiran juga jangan – jangan nama Saritem di Bandung awalnya dari Rumah Nyonya Sari ini? Kurang banyak cerita kenapa Ivanna sembunyi dari para hantu. Sembunyi atau emang dijauhi? Ini sih pendapat pribadi. Akhir dari hidup Ivanna gak dijelasin padahal aku nunggu juga cerita bagian itu. Kenapa wajahnya yang cantik bisa jadi seperti itu setelah meninggal. Menurutku gak fair diceritainnya di buku yang lain.

Kelima, halaman 210 paragraf terakhir baris satu ditulis ada sebuah hal. Menurutku kurang tepat ada sebuah hal lebih tepat ada satu hal.

Keenam, pada halaman 63 ditulis apakah soleh, udin, dan teti bersekolah di sana juga? Mungkin tepatnya diberi footnote nama – nama itu siapa. Termasuk arti bedinde, jongos, inlander, dan istilah asing lainnya diberi penjelasan di footnote.

Untuk Ivanna terima kasih sudah mau bercerita. Semoga cepat tenang ke sisi Allah ya mbak. Btw, we have a same nickname Anna. Suka seneng banget kalau ada tokoh yang namanya Anna ya walaupun ada Anna yang jadi antagonis yaaa bkn protagonis hehe

NB : Aku baca buku ini setelah nangis – nangis nonton mr sunshine 😂, in the middle of night sekitar jam 1an sampai setengah 4 lewat kelar baca di hari senin 😂 subuh ini langsung bikin review kasar selama 1 jam sambil nunggu adzan subuh biar gak tidur lagi wkwk pagi nanti masuk kerja semoga aku gak jadi zombie gara – gara gak tidur.

Disclaimer : This book get 8.0 point

With Love,

Anastasia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s