Critical Eleven

I write this review in two language in bahasa and english. So, if you want to read in english please scroll down. Thank you.

IMG_0865

Judul                    : Critical Eleven

Tanggal tayang : 10 Mei 2017

Sutradara            : Monty Tiwa & Robert Ronny

Produksi              : StarVision

Durasi                   : 136 menit

Jenis film             : Drama

 

Pemenang Piala Citra Reza Rahadian dan Adinia Wirasti menghidupkan Ale dan Anya dari novel national bestseller karya Ika Natassa, pasangan muda yang bertemu dan saling terpikat dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Pertemuan itu membawa mereka ke jenjang pernikahan, dan membuat keduanya mengambil keputusan besar sebagai pasangan karena pengorbanan yang harus dilakukan salah satu dari mereka: pindah ke New York. (CGV)

Nonton ini karena penasaran banget kata orang – orang bagus. Akhirnya dengan ngegeret beberapa orang buat nonton terlaksana deh haha. Karena ekspektasinya udah tinggi kecewa dengan ceritanya. Alurnya berubah total dari maju mundur jadi maju terus. Ceritanya aku gak kenal. Beberapa berubah drastis. Aku tungguin tuh parts yang aku kenal. Beberapa hilang, gak semua tapi ada yang hilang. Contohnya waktu Harris nanya “Kenapa lo yakin kalau anya itu jodoh lo?” itu part paling aku suka dan gak ada.

Tengilnya Harris tuh gak keliatan soalnya cuma dikit. Padahal aku #teamHarrisRisjadGarisKeras :(. Terus aku gak inget deh kalau Raissa itu cerai. Ingetnya di buku Ale sengaja nemenin Raissa ke Mall pas due date kelahiran ponakannya. Kalau suaminya tau pasti diomelin. Perkelahian ayahnya juga kurang greget. Menurut aku wajahnya Pak jendral itu wajah – wajah humble, yang pengertian, yang sabar. Bukan tipikal yang keras seperti di buku. Dan yang lebih penting lagi adalah aku mengenal Ale yang sabar yang gak pake marah – marah. Menurut aku pencitraan Ale yang ada di film dan di otak aku sendiri udah laen. So I’m so sorry to say aku gak suka cara memfilmkan buku ini. Temen – temen yang aku ajak juga gak menikmati karena mereka ngantuk nontonnya. Aku rasa gak ada yang salah dari actress dan actors nya yang salah ceritanya berubah aja. I’m so in love with the book for every chapter that I read. But it’s not work for the movie.

Disclaimer : Film ini dapet point 3 of 10

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

IMG_0866

Title                   : Critical Eleven

Date release    : Mei 10th 2017

Director            : Monty Tiwa & Robert Ronny

Production by : StarVision

Duration          : 136 minute

Genre               : Drama

 

Citra Award winners Reza Rahadian and Adinia Wirasti bring Ale and Anya out of Ika Natassa’s national novel bestseller, a young couple who meet and lure each other on the Jakarta-Sydney flight. That meeting took them to marriage, and made both of them make big decisions as a couple because one of them must sacrifices and decide: move to New York. (CGV)

I watch this movie because I’m so curious with this. I watch that people like it so with a bit force I took my friend to cinema. I have a high expectation after watch it i feel disappointed. The story line was totally changing. I didn’t know the story. Many parts are missing. Like my favorite part when Harris asking Ale “how do you know she is the one?”.

Tengilnya Harris tuh gak keliatan soalnya cuma dikit. Padahal aku #teamHarrisRisjadGarisKeras :(. Terus aku gak inget deh kalau Raissa itu cerai. Ingetnya di buku Ale sengaja nemenin Raissa ke Mall pas due date kelahiran ponakannya. Kalau suaminya tau pasti diomelin. Perkelahian ayahnya juga kurang greget. Menurut aku wajahnya Pak jendral itu wajah – wajah humble, yang pengertian, yang sabar. Bukan tipikal yang keras seperti di buku. Dan yang lebih penting lagi adalah aku mengenal Ale yang sabar yang gak pake marah – marah. Menurut aku pencitraan Ale yang ada di film dan di otak aku sendiri udah laen. So I’m so sorry to say aku gak suka cara memfilmkan buku ini. Temen – temen yang aku ajak juga gak menikmati karena mereka ngantuk nontonnya. I’m so in love with the book for every chapter that I read. But it’s not work for the movie.

A funny Harris unseen cause he just appear for many times. I’m a part of Harris Risjad front line team. I’m not remember Raissa was divorce with her husband. All I remember is Ale take care of Raissa while she on due date (pregnancy) and still walkin in mall. I’m not feeling a bad relationship between Ale and Mr Jendral. For me, Mr Jendral has a kind, humble, understanding, and patience faces. I’m not see Mr Jendral looks like on a book. The important one I’m not knowing Ale. I and movie have a different sight about Ale. In my opinion Ale is a patient one. In the movie Ale is a temperament who easly to get mad. So I’m so sorry to say I don’t like they make this movie from the book that I love. My friends who I ask to watch this felt bored. They yawn during in cinema. I’m not thinking that actress and actors is wrong, it’s going wrong cause the story was changing. I’m so in love with the book for every chapter that I read. But it’s not work for the movie.

Disclaimer : This movie got 3 of 10 point

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s