Kisah Sore – Be Nice to Everyone

Siapa yang pernah takut dateng ke resepsi teman? Hands up. Bukan takut ketemu hantu tapi takut dengan pertanyaan yang jawabanya saja tidak tahu. Surely, who is knows what will happen in the future, right? Apa yang membuat saya kembali menghadiri resepsi teman? I can wear a bold make up. Hahaha no no honestly they more important than my fear. Seeing my friend wearing Siger Sunda smile widely, it just a precious moment in my life. Dropping tears when the groom say Ijab Qobul and pray in that moment, irreplaceable. Jadi, apa yang saya lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum jatuh babak belur saat ditanya pertanyaan yang paling sulit di dunia? Jauh sebelum resepsi saya berlatih dan membacakan mantra di depan cermin. Belajar tersenyum dan mengulang jawaban agar tidak kaku dan terlihat santai. Is it work? Yes, It is. Begitu pertanyaan tersulit di dunia itu dilemparkan dalam hati saya berseru “Yeah I’m ready for this” mulai tersenyum dan berkata diplomatis “Insha Allah as soon as possible” lebih sering ada yang bertanya jawabannya mulai jadi bercanda “Hmm di kua cuma sediain penghulu sama buku nikah doang gak nyediain pasangannya juga.” My dear, tidak semua orang bisa melontarkan jawaban seperti itu. Bukankah lidah kita juga tidak semuanya tahan pedasnya cabai dan pahitnya daun pepaya? Begitu pun hati. Pertanyaan seperti  ini ada yang sampai melukai bahkan membunuh harapan seseorang. Apa penyebabnya kita harus tau kapan seseorang itu menikah? Kalau anak sekarang bilangnya ‘Faedahnya buat kita apa?’. Basa basi pun tidak bisa seperti itu, ada basa basi yang lain yang lebih membahagiakan misal “Eh kok tambah cantik sih aura pengantennya nular deh kayaknya.” Sounds better, right? Atau bagaimana bila pertanyaan “kapan?” itu diubah jadi “Ditunggu undangannya tahun ini.” atau “Didoain cepet nyusul bulan depan.” Doa itu lebih menentramkan bukan daripada pertanyaan “Kapan?” Karena sungguh kami pun tidak tahu kapan Allah rencananya. Maunya sih besok 😝. Jadi, apa mantra yg sering saya hafalkan hingga saya sebut dalam hati? Salah satunya kutipan dari pengarang kesukaan saya. Bunyinya “Tidak ada satupun yg mampu melukai kamu, tidak satupun, bahkan dunia tidak mampu melukai kamu selama kamu tidak mengizinkannya.” Mantra yang sukses membuat mata panas, hati sempit jadi lapang, dan yaudahlah toh jalan hidup tiap orang beda – beda. Ketika ada yang bertanya “Kapan nyusul?” Dalam hati saya tidak pernah mengizinkan siapapun untuk melukai saya dengan pertanyaan apapun, dengan perilaku apapun yang saya terima dari orang lain. Akhirnya pertanyaan itu sama aja rasanya seperti “Kapan naik haji?” “Kapan ke bogor lagi?” Saya tanggapi dengan biasa saja. Dan rasanya tidak ada perasaan sakit hati, marah, dsb. Salah duanya kutipan dari Sang Maha Cinta yg saya tulis di bio instagram dan jadi ayat favorite dibaca saat ngobrol dengan Bos Besar (penggemar Ika Natassa pasti tau siapa, hehe ini Bos Besaryang sering diceritakan Ale 🙂). Kesimpulanya apakah saya sekarang masih takut dateng ke resepsi pernikahan? Of course not, as long as I can wear kebaya and a bold make up that question can’t bothering me. Saya percaya pertanyaan semacam ini akan tetap ada selama saya masih belum mencatatkan nama saya di kua. Tapi saya sangat siap untuk pertanyaan apapun di dunia ini dan saya tidak akan menangis karenanya. Saya percaya sekelas pengarang novel favorite saya yang sering saya review bukunya tidak mampu mengalahkan Pengarang terbaik di dunia ini, Allah SWT. Pengarang yang menuliskan jalan hidup saya berbeda dibandingkan dengan orang lain dengan indahnya. Tapi teruntuk orang – orang yang baik, menuju baik, dan sedang memperbaiki diri please be kind to everyone,, be kind to everyone,, be kind to everyone. Kita tidak pernah tau seberapa banyak doa yang ia panjatkan dikala sujud terakhir, hujan turun, waktu diantara adzan dan iqamah, waktu ashar di hari jum’at, tahajud, solat hajat, solat taubat, sodaqah, puasa senin kamis, bahkan puasa daud yang dilakukan untuk bisa menjawab pertanyaan itu dengan menyebarkan undangan. Ketika Tuhan kami, Allah SWt, berkata “Tunggu sebentar lagi.” Apa yang bisa kami perbuat selain nurut menunggu dan bersabar. Mari kita doakan saja orang – orang yang belum menggenapkan setengah agamanya. Mengingatkan dalam kebaikan juga termasuk ibadah kan? 😊

Pertanyaan lainnya mungkin akan terlontar “Ni orang marah – marah, curhat di sosmed.” my Dear saya bener – bener tidak marah, kezel, ataupun sedang galau menuliskan ini. Hanya ingin posting saja. Mungkin beberapa dari kita tersadar bahwa tidak boleh melukai orang lain dengan pertanyaan yang hanya Allah aja yang tahu. Semoga yang membaca bisa melihat artikel ini dari sisi positifnya aamiin.

Salam sehangat mentari, Calon Istri Sholehah (amiin) Anastasia.

Ini foto – foto ketika di resepsi Pernikahan Tita dan Aripin

Suka banget sama dekorasinya, bajunya, upacara adanya, sigernya aak cantik, dan lebih seneng karena bisa dandan sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s