Twivortiare 2 – Ika Natassa

Processed with VSCO with a6 preset

Judul                       : Twivortiare 2

Pengarang             : Ika Natassa

Jumlah halaman : 488 halaman

Tahun terbit        : 2016

Penerbit                : PT Gramedia Pustaka Utama

“You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself.”

Setiap pasangan punya cerita masing – masing, kadang manis, kadang juga pahit. Enam tahun setelah Divortiare dan dua tahun setelah Twivortiare, Alexandra dan Beno kembali hadir melalui akun Twitter @alexandrarheaw. Melalui buku ini, kita kembali diajak “mengintip” kehidupan mereka sehari – hari, pemikiran alexandra yang witty dan selalu apa adanya, bahkan merasakan langsung interaksi antar karakter – karakter yang diceritakannya. Membaca Twivortiare 2 seperti mendengarkan sahabat sendiri bercerita tentang manis dan pahitnya hidup, tentang pilihan, kesalahan masa lalu, dan tentang maksa sesungguhnya dari kesempatan kedua.

Nah finally my mood is back to write a review again. Jadi, buku ini dibaca paling lamaaaa banget. Dua minggu. Biasanya rekor baca paling lama 2 hari aja. Kenapa? Karena buku ini ditulis persis dengan Twitter dan pesan singkat. So, I look a like a silent reader. Cepet capek bacanya soalnya kayak ngestalk aja gitu. Masih dengan permasalahan yang sama dengan di twivortiare. Mbak Alex dan mas Beno yang pengen banget punya anak. Bacanya agak gimana gitu soalnya sampe setengah buku, aku baca yang dibahas masih serupa. Cuma ada sih beberapa part konsultasi cinta mbak Alex di twitter yang bikin nampar sampe It’s true mbak yes you’re right. Beberapa part lainnya bikin “oh gini toh kehidupan berkeluarga itu. Ya gak cuma just feelin’ happy everyday tapi ada jatuh bangunnya. Ada part sedih sedihnya. Ada part saling memaklumi.” Aku banyak banget belajar dari mereka. I know they are not real but the story seems close to reality. Nah buat aku yang mantan silent reader buku ini agak berat buat dibaca karena format penulisannya uncommon especially for me. Mungkin kalo bacanya via twitter per hari gak secapek ini kali ya. Cuma aku seneng karena endingnya mereka berdua happy. Dan tadaaaa there is a sketch of mas Beno and mbak Alex. Wow they are better than my imagination.

Here the quote that I love in this book :

“You don’t love someone because he’s perfect, but he’s perfect because you love him.”

“If a man wants to be with you, he’ll make every effort to be with you, no excuses. Men are simple…”

“Don’t waste your time on somebody you don’t like or doesn’t like you.”

“The biggest mistake that anyone can do: trying to please everybody. It’s impossible.”

“You cannot dictate how someone should love you. They’re not robots.”

“The part about getting a gift is not a gift itself, but the fact that somebody remembers you in their thoughts.Diingat itu menghangatkan hati”

“Hidup itu prioritas, Lex. Kita nggak punya cukup energi dan ruang otak untuk peduli dan melakukan semuanya. Jadi aku cuma mikirin yang perlu aku pikirin, peduli sama hal – hal yang penting buatku, dan melakukan yang mendatangkan kebaikan buatku. Cukup. Hidup ini lebih tenang kalau nggak perlu mengurusi hal – hal yang kalau kita urusi juga nggak ada manfaatnya buat kita.”

Disclaimer : for me this book just got 7.6 point from 10.  Maybe the point isn’t same as yours 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s