Autumn In Paris -Ilana Tan

Processed with VSCO with c1 preset

Judul                      : Autumn in Paris

Pengarang            : Ilana Tan

Jumlah halaman :264 halaman

Genre                      : Metropop

Tahun terbit          : 2008

Penerbit                  : PT Gramedia Pustaka Utama

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal. Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya juga mengubah dunianya. Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, ada rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenarannya terungkap, tersingkap pula arti putus asa. Arti tak berdaya. Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup.

Ini kesekian kalinya aku baca novel ini dan tetep menangis sesenggukan sampe kuping budeg, dan sesek napas. For me Ilana Tan just touch the story so deep. Rasanya baru kemarin baca buku ini (tahun 2008 entah 2007) pertama kali dan aku nangis sesenggukkan. Kuliah tahun pertama aku baca ini lagi dan masih nangis. After 5 years, still crying for the same book. Alurnya yang bergerak maju membuat aku sendiri terhanyut dalam ceritanya. Bahasanya yang sederhana dan mudah dimengerti dengan menyelipkan beberapa frasa dalam bahasa perancis membuat aku sendiri seperti berada di Paris. Ilana Tan sukses menggambarkan Tara Dupont dengan baik. Gadis periang biasanya memang tidak bisa menahan emosi sampai – sampai orang lain tahu dia sedang sedih atau marah. Penggambaran Tatsuya juga cukup jelas dan pas untuk penggambaran seorang arsitek yang misterius. Walaupun aku sendiri sebenernya gak yakin betul sih apakah surat -surat yang dikirim oleh Tatsuya itu menarik pendengar. Karena buat aku pribadi sih surat yang pertama memang sih bikin penasaran tapi yang berikutnya kok kesannya bener kata Tara kayak diary ya? But for the last letter for sure I’m crying for every single word. Just can’t imagine what if or If I were Tara Dupont. Alhamdulillah sih enggak ya amit amit. Pertama kali aku baca novel ini karena latarnya kota Paris. I’m a big fan of this city. Nah, Ilana Tan cukup menggambarkan dengan sederhana sekali. Walaupun gak semuanya tergambarkan tapi buat aku sih cukup. Sesekali seperti tempat Arc de Tromphe, Menara Eiffel, Sungai Seine, Musée Rodin, and many more. Nah buat kedepannya aku pribadi agaknya harus hati – hati yang dalam membaca novel atau nonton film dengan tema autumn selain buku ini autumn fairy tale juga salah satu film yang bikin aku nangis sesenggukkan. Kekurangannya yaitu ada kesalahan dalam pengetikan di halaman 135 paragraf kedua baris keempat seharusnya ditulis hati bukan hari. Satu lagi kekurangannya the ending of the story ya I’m not really like for the sad ending one. Karena aku sendiri punya prinsip If you aren’t yet feeling happy is not the ending of the storyBeside that flaws, I just wanna say thank you. Dear Ilana Tan, your story always be remember.

 

My fave qoutes from this is are :

“Sekarang.. Saat ini saja.. Untuk beberapa detik saja.. Aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, ataupun harapan, aku ingin mengaku. Aku mencintainya.”

“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.”

“Jangan marah padaku kalau aku menangis.. Hari ini saja.. Kau boleh lihat sendiri nanti. Kau akan lihat tidak lama lagi aku akan kembali bekerja, tertawa, dan mengoceh seperti biasa.. Aku janji..”

Kalau ini dijadiin adegan film ini pasti jadi adegan yang paling menguras air mata

“B-bagaimana sekarang P-papa?”

“Ba-gaimana sekarang? Aku harus bagaimana?”

“Papa.. Papa.. Aku mencintainya.”

PS: I cried a lot both of read and write this review. Di halaman 100 terakhir siapin tissue yang banyak ya.

Desclaimer : this book is always getting 9 of 10 points. Belum ada sih buku lain yang sesukses ini bikin mata sembab, jantung mau copot, sesek napas, dan telinga budeg dan nangis sesenggukan.  Kirain bakalan bilang ‘elah udah gak mempan juga udah keseringan baca.’ But I totally wrong, masih aja nangis kayak baru pertama kali baca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s