Bulan – Tere Liye

image2-3

Judul                       : Bulan

Pengarang            : Tere Liye

Tahun Terbit        : 2015

Jumlah halaman : 400 halaman

Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama

Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu – lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film dan hal – hal yang disukai remaja. Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya. namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.

Di buku kedua Raib, Seli, dan Ali berpetualang kembali. Tidak seperti petualangan sebelumnya petualangan ini ternyata banyak menyimpan misteri dan penuh intrik perebutan kekuasaan. Kali ini sahabat setali 3 melakukan petualangan di klan Matahari. Mereka tentu saja tidak berpergian sendirian akan tetapi akan ditemani sahabat dari klan bulan. Petualangan mereka di klan matahari mengantarkan mereka pada kenyataan bahwa setiap ketulusan pasti akan membukakan pintu keajaiban dari arah manapun. Sekali lagi Raib, Seli, dan Ali diingatkan kembali akan arti dari pengorbanan dan persahabatan.

Keunggulan dari buku adalah penulis menyuguhkan petualangan yang tak biasa. Sebagai pembaca saya merasakan atmosfer petualangan yang kental sekali. Penulis juga menerangkan secara logis peristiwa yang terjadi. Dinding batuan di air terjun yang dapat mengeluarkan cahaya. Monster yang datang setiap 8 tahun sekali ke danau dekat dengan kawasan penduduk. Hambatan dari petualangan ini pun sangat menarik dan seperti nyata. Peranan dari setiap tokohnya juga saling melengkapi. Kemunculan hewan – hewan selama petualangan ini juga menarik sekaligus mendebarkan.

Meskipun buku ini memiliki keunggulan namun masih terdapat kelemahan yang pertama rahasia para penguasa yang mengetahui tempat munculnya bunga matahari pertama tidak diungkapkan. Yang kedua, bagaimana cara para penguasa mengetahui latar belakang bahwa Raib seseorang yang ideal untuk memetik bunga matahari pertama untuk penguasa juga tidak dijelaskan. Yang ketiga, kembalinya tunggangan Raib dan kawan – kawan juga tidak diceritakan. Yang keempat, migrasinya monster dari laut dalam ke danau juga sebenarnya akan mencolok ketika melewati sungai besar karena ukuran badanya yang besar. Yang kelima, tidak ada panggilan Ibu atau Paman atau yang lainnya untuk orang yang lebih tua.  Dan yang terakhir hambatan tembok besar di arah terakhir mengapa tidak dilalui dengan Raib menghilang besama 3 ksatria yang lain secara bergiliran sehingga tidak harus melewati lorong bawah tanah.

Kutipan yang saya sukai adalah

“Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya , memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati – matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.” hal 209

 

Penulis Resensi : Anastasia N

Desclaimer : Suka banget sama buku ini buat saya buku ini nilainya 9 dari 10

 

Advertisements

One thought on “Bulan – Tere Liye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s