MATAHARI – Tere Liye

Processed with VSCO with g3 preset

Judul : Matahari

Pengarang : Tere Liye

Tebal buku : 400 halaman

Dimensi : 135 mm x 200 mm

Tahun terbit : 2016

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya, mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru – gurunya, teman – teman sekelasnya. Semua membosankan baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat – tempat menakjubkan. Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

Raib, Seli, dan Ali menjadi sahabat setelah kejadian meledaknya tiang listrik besar dibelakang sekolah. Mereka telah melakukan petualangan di klan Bulan, dan klan Matahari pada buku sebelumnya. Kali ini mereka bertualang menuju titik terjauh, menuju tempat tinggal klan bintang. Hanya sedikit sekali catatan sejarah tentang klan bintang. Klan yang menghuni tempat yang tidak pernah diduga sebelumnya. Klan yang hanya dianggap mitos setelah ribuan tahun tidak diketahui dimana rimbanya. Petualangan yang tidak terduga, bertemu dengan makhluk – makhluk yang tidak terduga, teknologi yang maha canggih, serta peperangan yang tentu saja tidak pernah mereka bayangkan. Mereka sekali lagi dihadapkan pada kemunculan si Tanpa Mahkota.

Buku ini memiliki keunggulan diantaranya yang pertama dalam menjelaskan teknologi yang digunakan di klan bintang dengan sederhana, sehingga para pembaca dengan mudah memahaminya. Pengarang juga dapat menjelaskan secara rasional bagaimana lorong – lorong kuno tersebut tidak terdeteksi oleh teknologi manusia juga tentang kemunculan hewan – hewan, baik secara ukuran tubuh dan kemampuannya. Bahasa yang digunakan oleh pengarang terbilang juga ringan. Alur ceritanya tidak mudah untuk diprediksi. Yang kedua, perkembangan dari kekuatan masing – masing pelaku juga tak terduga oleh pembaca. Sehingga membuat cerita lebih seru dan mengejutkan. Yang Ketiga, Si Tanpa Mahkota juga sesekali disebutkan walaupun pembebasan si Tanpa Mahkota bukan menjadi tujuan utama seperti dua buku yang lain. Keempat, penggunaan nama pelaku seperti Faar, Laar, Kaar, itu sangat unik walaupun tidak bisa disebutkan sangat cocok dengan klan Bintang tetapi itu bisa jadi identitas dari klan Bintang seperti nama – nama yang digunakan di klan lain. Kelima, alasan buku ini sangat bagus untuk dibaca karena pembaca diingatkan kembali tentang impian, tentang kemampuan setiap orang berbeda. Bahwa setiap kemampuan harus diikuti dengan kemauan untuk maju dan berubah. Tak lupa seperti di buku – buku sebelumnya ketulusan akan membukakan pintu pertolongan dari banyak arah.

Pun buku ini memiliki banyak keunggulan namun juga masih terdapat kelemahan diantaranya yang pertama, kekuatan Raib yang mampu menyembuhkan di dapat secara tiba – tiba itu kurang sinkron dengan perilaku Raib. Padahal dibuku kedua Raib lebih bijak dibandingkan Seli, di buku ketiga justru kebalikannya Raib bertingkah tidak bijak. Kekuatan menyembuhkan yang dimiliki Raib bersifat menenangkan orang lain, tapi bila Raib sendiri tidak tenang dan bersikap mencurigai orang lain seperti itu sepertinya kurang tepat.  Kedua, bahasa yang digunakan oleh Raib dan Faar terlalu mudah bagi yang bukan berasal dari klan bulan. Agaknya terlalu berlebihan kalau Seli tidak mengerti bahasa ini. Berlebihan juga untuk Ali harus belajar bahasa ini seolah – olah bahasa ini sangat sulit, karena Ali diceritakan sangat jenius. Ketiga, pada awalnya bahasa yang digunakan oleh empat pengawal Faar tidak bisa dimengerti oleh Raib, Seli, dan Ali. Namun, dalam plot yang lain ada seorang  petugas meminta ketiganya untuk sarapan dan bertemu Faar dengan bahasa yang mudah saja dimengerti oleh ketiganya. Itu sangat janggal karena mereka belum memakai anting dan kalung klan Bintang sebagai penerjemah bahasa. Keempat, pada halaman 222 paragraf kedua baris ketiga ada kesalahan dalam pengetikan seharusnya hitungan menjadi hitangan. Kelima, pun teknologi sudah semakin canggih tetap saja bioritme manusia dipengaruhi oleh keadaan di lingkungan misalnya kapan matahari terbit dan terbenam. Manusia tidak bisa bertahan dengan ritme matahari yang terbit dan terbenam sesuka hati. Itu malah akan mengacaukan bioritme manusia itu sendiri. Berbeda dengan di kutub, penduduk Eskimo tidak bisa membuat matahari terbit dan terbenam dalam sekejap dan sekehendaknya. Karena cuaca dan musim yang bersiklus menyebabkan bioritme penduduk Eskimo sudah terlatih dan sudah diatur sejak lama. Keenam, percobaan Ali dengan memasukkan gen dari Raib dan Seli terlalu sederhana. Penyuntikan gen saja tidak cukup untuk membuat Ali berrevolusi. Karena bagaimanapun tubuh kita memiliki mekanisme tersendiri untuk menolak gen – gen asing masuk ke dalam gen inti. Penulis bisa menyebutkan Ali menggunakan virus sebagai perantara, yang kemudian  virus tersebut menyuntikan gen ke tubuh Ali, itu jauh lebih rasional. Virus juga tidak bisa menampung seluruh gen kita karena kemampuannya penyimpanan gen terbatas. Pertama, Ali harus menyeleksi gen – gen mana yang mengkode kekuatan – kekuatan Seli dan Raib. Kedua, Ali menyisipkan gen – gen ini ke dalam gen virus barulah virus bisa menginfeksi atau menularkan gen Raib dan gen Seli ke tubuh Ali.

Buku ini bisa menjadi teman yang menyenangkan untuk menemani diperjalanan. Bahasa yang ringan dan penjelasan yang mudah dimengerti dan sederhana sangat cocok untuk berbagai usia. Buku ini juga mengingatkan bahwa setiap orang bisa memiliki kekuatan dan peranan didalam suatu kelompok. Tokoh dalam buku ini juga sangat menginspirasi dalam hal mulai mengenali diri kita sendiri, mengenali kekuatan yang dimiliki, dan tidak pantang menyerah untuk mengembangkan potensi dalam diri. terdapat kata – kata bijak yang dapat diambil dari buku ini

Sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat buku, dituliskan. Yang kalaupun peradaban hancur lebur, terputus dengan masa lalu, tidak ada lagi yang mengetahuinya, sang pewaris tetap bisa belajar banyak. Itulah guna Buku kehidupan.

Terakhir sebagai pembaca saya sangat berharap di buku bintang diceritakan Si Tanpa Mahkota adalah tokoh protagonis.

 

Resensi Ditulis oleh : Anastasia N

 

Desclaimer : Saya penasaran banget sama buku yang ketiga setelah baca buku yang kedu yaitu BULAN. Buat saya buku ini cukup bagus untuk genre petualangan sehingga saya memberi nilai 8 dari 10.

Advertisements

One thought on “MATAHARI – Tere Liye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s